ZA, warga Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumber Rejo, Tanggamus diamankan polisi karena membuatlaporanpalsu. Bahkan, ia rela menusuk dadanya sendiri demi memuluskan niatnya. Kapolsek Sumber Rejo AKP Takarinto menceritakan drama jadi korban penipuan yang dilakoni ZA.

Langkah yang dilakukan mulai dari menyusun rencana, siapkan peralatan, melibatkan rekannya DA, hingga minta tolong pura pura jadi korban perampokan. Untuk persiapan, ZA menyiapkan pisau dapur dan tas besar. Rencana itu hanya diketahui rekannya dan memberdayakannya untuk lancarkan aksi penipuan.

Setelah semuanya telah tersusun rapi, ZA pun mulai dramanya dengan mendatangi Bank BRI. Lalu ZA mengambil sejumlah uang lantas pulang menggendong tas hitam berisi uang. Sesampainya di rumah, skenario drama pun memasuki tahap berikutnya.

Untuk itu, semua harus dipastikan aman, yakni tidak diketahui istrinya. Itulah yang dimaksud ZA dengan waktu yang tepat. Kesempatan itu didapatkan ketika istrinya sedang berada di luar rumah ke tempat tetangga.

Segeralah ZA menghubungi rekannya untuk menusuk namun ditolak. Akhirnya ZA menusukkan pisau ke dada sendiri yang dilakukan beberapa kali dan pindah ke beberapa titik karena sakit. Tapi akhirnya tetap dilakukan dengan cara perlahan karena niatnya sudah bulat.

Darah pun mengucur dan aksi ZA itu disaksikan temannya. Setelah darah mengucur, dia perintahkan rekannya bawa kabur tas hitam berisi uang. Setelah rekannya pergi, ZA menjerit perlahan.

Saat itu istrinya yang sedang berada di rumah tetangga pulang ke rumah. Sang istri kaget mendapati suaminya sudah bersimbah darah, terus menjeritlah dia meminta pertolongan. Warga pun berdatangan dan berkumpul mendengar itu.

Segera saja mereka memberikan pertolongan serta membawa ZA ke rumah sakit. Sebab mengalami luka tusuk di dada kanan akibat perampokan. "Mengetahui informasi tersebut, petugas kepolisian segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sebilah pisau tajam bergagang kayu," kata Takarinto, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Minggu (5/7/2020).

Polisi juga bergerak ke rumah sakit tempat ZA dirawat sebab korban mengaku usai mengambil uang Rp 100 juta di BRI. Lalu datang pelaku perampokan ke rumahnya, menusuknya dan bawa kabur uang tersebut. Hasil akal bulusnya mulai berhasil.

Sebagian pihak percaya bahwa ZA jadi korban perampokan. Lalu ZA melapor ke kepolisian pada 2 Juli 2020. ZA bercerita ke penyidik bahwa kejadian yang dialaminya termasuk tragis.

Sebab perampok dengan kejam menusuknya dengan pisau untuk incar uang ratusan juta.