Australia akan menutup perbatasan untuk semua non warga negara dan non residen dalam upaya memperlambat penyebaran virus corona (Covid 19). Penutupan tersebut akan dilakukan Australia, Jumat (20/3/2020) besok. Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan langkah tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Canberra, Kamis (19/3/2020).

Hal tersebut dibenarkan Juri Bicara Kementerian luar negeri (Jubir Kemlu RI), Teuku Faizasyah dalam konferensi pers daring, Kamis (19/3/2020). "Australia besok akan memberlakukan lockdown. Dengan demikian memang ada potensi WNI yang mengalami lockdown," ujar Teuku Faizasyah. Kemlu RI mengimbau agar para WNI yang sedang berpergian atau melakukan kunjungan ke Australia untuk mempercepat kepulangannya ke Tanah Air.

Hal tersebut untuk menghindari kesulitan bagi WNI yang akan pulang ke Indonesia sebelum ada kebijakan yang lebih jauh lagi. "KBRI dan KJRI di Australia tentunya juga bisa memberikan informasi atau bantuan fasilitas. Namun, akan lebih baik lagi bagi mereka secara cepat mencoba mengatur kepulangan melalui agent yang mereka manfaatkan," ujarnya. Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi juga telah mengumumkan bagi WNI yang sedang melakukan kunjungan ke luar negeri diharapkan untuk segera kembali sebelum mengalami kesulitan penerbangan.

Menlu mengatakan saat ini sejumlah negara telah memberlakukan kebijakan pembatasan lalu lintas orang. Karena itu, ia meminta semua WNI untuk terus mencermati informasi di aplikasi safe travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat. Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengungkap ada penambahan kasus baru virus corona di Indonesia hingga Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Angka kasus virus corona di Indonesia bertambah 82 kasus dari hari sebelumnya menjadi 309. Sebelumnya, Rabu (18/3/2020), pemerintah mencatat ada 227 kasus virus corona di Indonesia. "Total kasus hingga hari ini 309 orang," kata Acmad Yurianto dalam keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dari 82 kasus baru tersebut tercatat penambahan kasus terbanyak terjadi di Jakarta. Tercatat ada 52 kasus baru positif corona di Jakarta. "Di DKI ada penambahan 52 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 210 orang," katanya.

Kemudian penambahan kasus baru terjadi di Banten sebanyak 10 orang, Yogyakarta 2 orang, Jawa Barat 2 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 1 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Sumatera Utara 1 orang, Sulawesi tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, dan Riau 1 orang. Sementara itu untuk pasien sembuh dilaporkan bertambah 4 orang sehingga totalnya hingga kini ada 15 orang penderita corona dinyatakan sembuh. Semuanya pasien sembuh tersebut berasal dari DKI Jakarta.

Untuk angka pasien corona yang meninggal dunia pun mengalami peningkatan sebanyak 6 orang sehingga totalnya hingga saat ini ada 25 pasien corona yang meninggal dunia. Penambahan 6 pasien meninggal dunia tersebut 5 orang berasal dari Jakarta dan satu orang dari Jawa Tengah. Berikut rinciannya;

1. Bali: 1 orang Banten: 27 orang 3. DIY: 5 orang

4. DKI Jakarta: 210 5. Jawa Barat: 26 6. Jawa Tengah: 12

7. Jawa Timur: 9 8. Kalimantan Barat: 2 9. Kalimantan Timur: 3

10. Kepulauan Riau: 3 11. Sulawesi Utara: 1 12. Sumatera Utara: 2

13. Sulawesi Tenggara: 3 14. Sulawesi Selatan: 2 15. Lampung: 1

16. Riau: 2 Total kasus: 309 Orang DKI Jakarta 15 orang

Total pasien sembuh sembuh 15 1. DKI Jakarta: 17 orang 2. Jawa Tengah: 3 orang

3. Bali: 1 4. Banten: 1 5. Jawa Barat: 1

6. Jawa Timur: 1 7. Sumatera Utara: 1